Essay Setelah Lulus Kuliah

Semua usaha belajar dan kerjamu telah terbayar, dan kelulusan SMA-mu sudah ada di depan mata. Namun ada satu pertanyaan yang terus mengganjal: Apakah siap mental untuk lulus SMA dengan siap mental untuk memulai kuliah?

Jawaban gampangnya? Yah, semacam itulah.

 

Ini merupakan awal, namun kesiapan untuk memulai kuliah agak berbeda dengan pekerjaan di SMA.

 

Menilik di balik Ketentuan Umum SMA Pada Umumnya

 

Banyak SMA yang memerlukan dasar-dasar pendidikan umum. Empat tahun mempelajari Bahasa Inggris, Biologi, Kimia, berbagai jenis matematika, dan subyek-subyek lain yang wajib diambil untuk memenuhi persyaratan kelulusan.

 

Namun universitas mengharapkan murid-muridnya untuk memenuhi lebih dari ketentuan pembelajaran tingkat SMA untuk mempersiapkan kemampuan mereka untuk menghadapi perkuliahan.

 

Mempersiapkan pikiranmu untuk selalu siap memuliah kuliah sama pentingnya dengan kelas-kelas yang kamu ambil ataupun ekstra kurikuler yang kamu ambil.

 

Untuk mahasiswa internasional, terkadang universitas menetapkan batas nilai minimum sebagai persyaratan standar untuk mendaftar di universitas mereka, dan terkadang kamu juga perlu mengirimkan hasil tes TOEFL atau IELTS untuk menunjukkan bahwa kamu mampu mengikuti perkuliahan berbahasa Inggris.

 

Negara-negara dengan Bahasa pengantar berbeda biasanya pun memiliki sertifikasi Bahasa yang berbeda-beda, karenanya pastikan kamu benar-benar mengecek dengan universitas yang kamu tuju.

 

Kalau kamu skormu masih belum mencapai target yang diinginkan, kamu selalu dapat mengambil kelas persiapan terlebih dahulu, atau bisa juga mengambil mata kuliah online yang tersedia secara gratis, seperti misalnya yang ada di coursera.org untuk mempersiapkanmu untuk kehidupan berkuliah nanti.

 

Persiapan lain yang perlu dilakukan adalah tes SAT. Tes ini merupakan persyaratan yang seringkali diminta oleh universitas-universitas di Amerika, dan masing-masing biasanya memiliki batas nilai minimum yang juga berbeda-beda, karenanya, lagi-lagi jangan pernah lupa untuk mengecek dengan universitas yang kamu tuju.

 

 

Kamu biasanya bisa mengecek ini di situs resmi sekolah tersebut, atau menghubungi mereka via email—tentu saja dalam Bahasa Inggris. Mendaftar kursus persiapan SAT juga dapat mempersiapkanmu untuk menghadapi tes ini.

 

 

Perbedaan antara Tugas-tugas SMA dan Kuliah

 

Di SMA, kita menghabiskan sekitar 30 jam per minggu di dalam kelas. Jadwal kita biasanya sudah diatur dari jam 8 sampai jam 3 atau jam 4 sore, dan tiap hari rutinitas yang ada tidak terlalu bervariasi. Para guru akan memberitahu langkah-langkah yang perlu kita ambil dengan persis, dan ketika kita menuruti mereka, kita akan berhasil di kelas tersebut.

 

Namun menurut studi yang dilakukan oleh McGraw-Hill Education, beberapa mahasiswa/i tidak merasa bahwa pembelajaran yang mereka lakukan di SMA telah benar-benar mempersiapkan mereka untuk pembelajaran di tingkat universitas yang biasanya memiliki standar yang lebih tinggi. Karenanya, kamu bisa juga mempersiapkan diri sendiri, salah satunya dengan mencari tahu apa saja ekspektasi yang akan kamu temui nanti di universitas.

 

Jadwal-jadwal perkuliahan berbeda dengan SMA. Tiap-tiap kelas memiliki jadwal sendiri-sendiri, jadi jadwal di hari Senin mungkin sangatlah berbeda dengan di hari Selasa, dan seterusnya. Tiap-tiap murid bertanggung jawab untuk tahu sendiri kapan mereka harus mengumpulkan pe-er dan esai mereka, dan kapan mereka akan menghadapi kuis dan tes.

 

 

Dan lagi, di SMA kamu terbiasa duduk di kelas-kelas yang relatif kecil, dan kamu seringkali mendapatkan perhatian dari pengajarmu. Namun di universitas, satu kelas bisa memiliki lebih dari 100 murid, dan mendapatkan perhatian gurumu merupakan tantangan tersendiri.

 

Kalau kamu menghadapi kesulitan di kelas tertentu, kamu perlu menemui professor-mu untuk membicarakan soal tutoring atau meminta bantuan untuk memahami mata kuliah tersebut, atau menanyakan strategi untuk meningkatkan performa-mu di dalam kelas. Banyak professor yang memiliki jam kantor saat mereka akan stand by di dalam kantor mereka, setidaknya satu atau dua kali seminggu. Kirimilah beliau email dan buatlah janji untuk menemui beliau. Ini akan menguntungkan kamu di jangka panjang.

 

Mengapa Mempersiapkan Diri untuk Menghadapi Perkuliahan Sangat Penting

 

 

Persiapan kuliah lebih dari sekadar kerlas-kelas yang kamu ambil atau ekstra kurikuler yang kamu ikuti. Mempersiapkan pikiranmu untuk perkuliahan juga penting. Esai dan tes-tes yang ada akan lebih sulit di tingkat universitas.

 

Kebiasaan mencatat di dalam kelas akan menjadi sesuatu yang penting dan akan membantumu mempersiapkan diri untuk menghadapi tes.

 

Akan ada lebih banyak bacaan dan tugas-tugas, dan kamu perlu belajar di luar kelas juga karena ini penting untuk kesuksesanmu baik di luar dan di dalam kelas.

 

Dan ini barulah setengah dari perjuangan yang harus kamu jalani.

 

(Sumber: Campus Explorer)

Banyak harapan atau impian yang saya impikan. Karena mimpi adalah salah satu cara menjadi orang yang sukses. Sudah saya pikirkan dengan apa yang saya impikan, semenjak saya duduk di bangku kuliah banyak impian yang tergantikan. Misalnya saja waktu dulu saya semenjak SMA saya ingin menjadi arsitek, tetapi setelah saya pikirkan lagi kalau jadi arsitek harus mempunyai banyak modal yang harus di keluarkan pada saat kuliah nanti,seperti pembuatan maket, papan gambar, dan lain-lain. Oleh karena itu, saya ingin masuk ke jurusan Teknik Informatika. Karena hanya diperlukan laptop atau notebook, komputer dan jaringan internet itu pun sudah cukup bagi saya untuk mengikuti kegiatan kuliah hingga lulus nanti.

Setelah saya lulus nanti saya ingin langsung melanjutkan keS2 sambil bekerja menjadi dosen tidak tetap mungkin di Universitas Mercu Buana, juga sambil menjalankan bisnis berkaitan dengan informatika. Saya juga menginkan menjadi Data Base Administrator, nantinya saya ingin mengambil sertifikasi OCA(Oracle Certified Associate)dan OCP (Oracle Certified Professional). Salah satu inspirasi saya ingin menjalankan bisnis, saya terinspirasi oleh buku yang berjudul "The Cashflow Quadrant" dikarang oleh Robert T.Kiyosaki. Ada 4 Quadrant orang dalam mencari uang :

1.E (Employee) yaitu pegawai

Contoh seorang “E” :

Sebagai contoh umum yaitu seorang karyawan perusahaan. Apabila seorang karyawan perusahaan tidak bekerja misalkan sakit atau sudah usia lanjut, maka seorang karyawan tersebut tidak mendapatkan gaji atau penghasilan dari perusahaannya.

2.S (Self-Employee) yaitu pegawai lepas

Contoh seorang “S” :

Sebagai contoh yaitu seorang dokter. Apabila seorang dokter tidak bisa membuka praktek karena alasan kesehatan atau umur, maka seorang dokter tidak mendapat penghasilan.

3.B (Business Owner) yaitu pemilik usaha

Contoh seorang “B” :

Sebagai contoh seorang pemilik perusahaan misalkan pemilik waralaba ayam goreng (KFC). Apabila pemilik waralaba tersebut pergi ke luar negeri selama 1 -2 bulan, maka bisnisnya terus berjalan dan menghasilkan uang karena telah memiliki sistem yang terbukti dapat berjalan dengan sistem dan karyawannya.

4.I (Investor) yaitu penanam modal

Contoh seorang “I” :

Sebagai contoh seorang deposan. Sama seperti seorang ”B”, yaitu ketika seorang deposan ingin meninggalkan bisnisnya dalam waktu yang lama, maka bisnisnya tetap dapat berjalan karena aset-lah yang bekerja untuknya.

Lalu dibagi lagi menjadi 2 bagian yaitu Kuadran kiri dari 1 sampai 2 adalah tipe orang yang bekerja terus tanpa aset. dan Kuadran kanan 3 sampai 4 adalah tipe orang yang bekerja dan mempunyai aset. Dan saya ingin menjadi tipe 3 atau 4. Tapi pada dasarnya saya ingin sekali menjadi tipe orang yang ke 3, tanpa saya bekerja pun saya mempunyai uang terus karena aset yang menjalankan bisnis saya. Saya ingin merubah paradigma berpikir saya ke arah kuadran kanan.

KUADRAN KIRI :semakin kaya, semakin sibuk dan finansial.

KUADRAN KANAN :semakin kaya, semakin bebas waktu dan bebas finansial.

Saya pernah melihat seminar tentang bisnis masalah paradigma dalam menghasilkan uang, ada dua paradigma :

1. Paradigma yang pertama yaitu paradigma umum, paradigma ini menjelaskan orang yang bekerja untuk mencari penghasilan. Dari penghasilan tersebut bisa terwujudnya rencana masa depan. Tetapi bila tidak bisa bekerja misalkan orang tersebut sakit, lalu penghasilan akan tidak ada, maka rencana masa depan akan menjadi tanda tanya besar???. Umumnya banyak orang yang melakukan pekerjaan seperti ini, jika tidak bekerja maka tidak ada penghasilan yang didapat.

2. Paradigma yang kedua yaitu paradigma sukses, paradigma ini menjelaskan orang yang bekerja untuk membangun aset. Dari aset ini menghasilkan penghasilan yang digunakan untuk rencana masa depan. Jika orang tersebut tidak bekerja misalkan sakit, maka aset yang akan menghasilkan penghasilan. Jadi walaupun tidak bekerja bisa mendapat penghasilan. Tetapi aset ini harus dibangun dengan bekerja, misalkan berbisnis menjadi bisnis owner.

Dari paradigma tersebut, saya langsung menjadikan impian saya menjadi bisnis owner bergerak di bidang informatika. Langkah-langkah yang ingin saya capai, pertama dimulai dari bisnis penjualan dan suplier komputer yang ingin saya jadikan menjadi franchise. Dan saya memikirkan impian yang besar, saya ingin mempunyai perusahaan besar Operating System, Software dan Hardware yang mampu menyamakan perusahaan yang sudah besar namanya seperti Microsoft, Sun, Oracle, dan lain-lain. Itulah impian saya setelah lulus dari sarjana komputer, saya minta ma'af bila ada kesalahan ataupun pihak-pihak yang dirugikan dari penulisan saya.

0 thoughts on “Essay Setelah Lulus Kuliah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *